Singgah Sejenak di Lembang, Jawa Barat

Earth Tour

Saat melaksanakan tugas dari kantor ke Bandung, saya dan istri berfikir untuk mencari suasana yang berbeda dari biasanya. Bisa bekerja dan sambil berlibur. Diskusi kami berakhir pada pilihan kami untuk menginap di daerah Lembang untuk menjauh dari kebisingan kota dan beristirahat sejenak dengan suasana alam. Saya dapat menyelesaikan tugas tanpa harus terlambat dan istri dapat mengisi waktu luang dengan menikmati suasana alam. Untuk tujuan ke Bandung dari Medan, traveller dapat memilih beberapa opsi perjalanan. Saat ini sudah ada maskapai penerbangan yang dapat menerbangkan anda langsung ke Bandung. Untuk menghemat biaya perjalanan, kami memilih penerbangan ke Jakarta lalu dilanjutkan menggunakan bus dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandung. Dari Bandara Soekarno Hatta banyak alternatif pilihan armada bus yang dapat digunakan, dengan tujuan pemberhentian yang berbeda. Sesampainya di Bandung kami lanjutkan perjalanan dengan memesan taxi online menuju Lembang. Sangat kami sarankan untuk traveller datang ke Lembang di luar weekend atau di luar musim liburan, karena perjalanan terasa nyaman tanpa terkena macet. Lembang hanya berjarak kurang lebih 20 km dari loket bus Primajasa di daerah Caringin Bandung dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Setelah lama berselancar di dunia online dan membaca review dari beberapa traveller, pilihan kami jatuh ke SanGria Resort and Spa untuk menginap, hotel bintang 3 ini kami pilih dengan banyak pertimbangan dari suasana alam, kebersihan, fasilitas kolam renang, dan sarapan paginya. Untuk biaya yang harus traveller siapkan berkisar 1,2 juta rupiah per malam, dan jika beruntung traveller dapat memanfaatkan diskon dari online shop dengan harga hotel dikisaran 800 ribu rupiah.

Dalam perjalanan kami ke hotel, kami banyak berbincang dengan driver taxi online tentang faktor keamanan di jalan sampai dengan kemudahan akses transportasi serta destinasi-destinasi apa saja yang ada di Lembang. Untuk sampai di Lembang, dengan menggunakan taxi online traveller harus mengeluarkan biaya dikisaran 50 ribu s.d 80 ribu rupiah untuk satu kali perjalanan. Selain itu untuk berkeliling di Lembang, traveller dapat menyewa mobil dikisaran 650 ribu s.d 700 ribu rupiah per hari. Ini sudah termasuk mobil, driver, dan BBM serta bonusnya driver dapat membantu sebagai juru foto saat perjalanan ke destinasi-destinasi tujuan. Untuk menyewa mobil, traveller tidak perlu khawatir karena rata-rata driver taxi online menawarkan untuk fasilitas sewa mobil ini.

Saat kami hampir sampai ke hotel, dengan lokasi yang harus masuk sekitar 100 meter dari jalan utama, tepatnya berada di Jalan Hortikultura No. 88, Jayagiri, kami sempat berfikir bahwa sudah memilih tempat yang salah untuk menginap. Dengan biaya di atas satu juta, seharusnya fasilitas akses ke hotel harusnya bisa dikatakan sempurna. Dengan perasaan yang cukup was was, tibalah kami di lobby hotel dan segera melakukan check in. Pada kondisi ini, kami belum merasakan keistimewaan dari hotel ini. Penampakan seperti hotel biasa dengan asesoris hotel yang sederhana. Nuansa hotel dengan kekhasan Lembangnya pun belum terasa. Tetapi perasaan kecewa ini sedikit terobati dengan keramahan dan kecepatan pelayanan resepsionis pada saat menyambut kami. Pihak hotel juga menyediakan welcome drink dengan secangkir bandrek hangat yang rasanya “maknyos”. Sesampainya di kamar hotel, kekecewaan yang kami rasakan di depan akhirnya terobati dengan suasana kamar yang bersih dan balkon kamar yang langsung menghadap ke pemandangan pegunungan yang sangat menyegarkan mata. Serasa berada dalam suasana yang damai dan menyenangkan. Untuk traveller ketahui, kamar hotel yang kami pesan tidak menyediakan pendingin ruangan dan ini sangat wajar karena suhu di Lembang berkisar 17 s.d 23 derajat celcius, dingin…! Dan traveller jangan khawatir, pengoperasian air panas dan dinginnya tidak ada kendala, alias lancar jaya.

Aktifitas kami di Lembang dimulai dengan menikmati sarapan pagi hotel yang sudah tersedia mulai pukul 07.00 s.d 10.00 WIB. Kami mencoba untuk mencicipi semua makanan yang tersedia untuk membuktikan review traveller yang sudah ada dan dapat kami pastikan bahwa untuk menu makanan yang ada memiliki rasa yang tidak pelit (enak) dan cukup variatif. Tetapi yang kami sayangkan bahwa menu yang dikeluarkan tidak menunjukkan kekhasan Lembang, misalnya tersedia Tahu Susu, Batagor, dll yang mencirikan khas Kota Bandung. Yang cukup menarik saat sarapan ini adalah view yang disajikan sangat luar biasa, kita bisa menghabiskan waktu pagi hari dengan menikmati makanan dan secangkir kopi sambil menghirup udara segar dengan suasana pegunungan. Tidak terasa, waktu 2 jam untuk sarapan bisa kami optimalkan dengan sempurna. Setelah sarapan, kita dapat menikmati fasilitas kolam renang dengan dari ukuran kedalaman 1,5 meter s.d 40 cm, Jazuci dengan kedalaman 80 cm, dan Sauna. Fasilitas ini dikelilingi pemandangan alam berupa view pegunungan. Selain itu, terdapat juga fasilitas lapangan kecil untuk anak-anak bermain bola, cukup menarik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat ini. Semua fasilitas ini dapat dinikmati oleh tamu hotel secara gratis. Kekurangan yang dirasakan, untuk mencapai lokasi ini tamu harus menuruni anak tangga yang cukup banyak. Jadi, harus hati-hati ketika membawa orang tua atau anak-anak.

Dengan menikmati berbagai fasilitas ini, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB siang. Saatnya berkunjung ke destinasi di Lembang sambil mencari makan siang. Perjalanan kami mulai dengan mengunjungi Kebun Stroberi “La Fresa” yang lokasinya hanya berjarak 75 meter dari hotel. Di sini kita diharuskan membeli tiket seharga 20 ribu rupiah per orang, dan ini dapat ditukarkan dengan minuman satu gelas jus stroberi yang segar. Di kebun ini kita juga bisa memetik
langsung buahnya, tapi untuk bisa dimakan harus ditimbang terlebih dahulu. Traveller harus merogoh kocek sebesar 20 ribu untuk per ons-nya. Selain dapat merasakan sensasi memetik stroberi yang rasanya manis, juga tersedia permen dan selai asli homemade dari stroberi. Rasa stroberi manis, berbeda dengan stroberi lokal yang biasanya asam. Hal ini dikarenakan bibitnya berasal dari Taiwan. Dari sini kita dapat langsung menuju Rumah Produksi Tahu Susu yang berlokasi tepat di depan kebun stroberi, lumayan menghemat ongkos. Di Rumah Produksi Tahu Susu ini, terdapat banyak outlet-outlet penjual makanan khas Lembang, dan di ujung outlet kita dapat menjumpai lokasi dimana tahu susunya di produksi. Di sini juga traveller juga dapat membeli oleh-oleh khas Lembang.

Perjalanan berikutnya kita menuju ke Floating Market dan Kota Mini Lembang. Untuk menuju kemari, traveller dapat menggunakan taxi online dan biaya yang harus dikeluarkan dikisaran 10 ribu s.d 15 ribu rupiah dan biaya tiket masuk sebesar 20 ribu rupiah per orang. Di Floating Market, traveller dapat menikmati makanan-makanan dari cireng, batagor, bakso, mie ayam, sate, sampai pempek juga ada traveller. Penjual makanannya berada di perahu-perahu kecil yang bersandar di tepi danau, dan untuk membeli makanannya menggunakan sistem koin yang harus ditukarkan terlebih dahulu di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Di sini traveller dapat menikmati makanan sepuasnya dengan harga dikisaran 10 ribu s.d 35 ribu rupiah per porsinya. Bagi traveller yang membawa anak kecil, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Kota Mini Lembang, yang di dalamnya terdapat miniatur bangunan-bangunan kota dari market hingga pemadam kebakaran.

Perjalanan kami di Lembang untuk kerja dan liburan kali ini harus kami akhiri di sini traveller, karena dengan kondisi stamina dan waktu yang terbatas. Jika traveller memiliki waktu lebih, patut dicoba juga destinasi-destinasi Lembang yang lain yang lokasinya tidak berjauhan, misalnya Farm House, Ternak Madu, dan Observatorium Bosscha. Untuk destinasi yang lain, traveller harus menempuh perjalan yang dikisaran waktu 15 s.d 60 menit perjalanan, di antaranya

  1. De Ranch (wisata peternakan kuda),
  2. Bandung Treetop Adventure Park (rekreasi alam dan outbond),
  3. The Lodge Maribaya (rekreasi alam dan swafoto),
  4. Grafika Cikole (hutan pinus dan outbond),
  5. Jendela Alam (eduwisata anak-anak),
  6. Imah Seniman (galeri seni, outbond, pemancingan, penginapan khas etnik),
  7. Pine Forest Camp Lembang (perkemahan dikelilingi hutan pinus),
  8. Gunung Tangkuban Perahu (lanscape alam, legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi),
  9. Curug Tilu Leuwi Opat (air terjun),
  10. Curug Bellarosa (air terjun),
  11. Curug Malela (air terjun),
  12. Situ Lembang (danau buatan tertua di Bandung),
  13. Ciater (pemandian air panas dengan lanscape alam),
  14. Taman Kupu-kupu (300 ekor terdiri dari 35 jenis kupu-kupu),
  15. Salian Art Space (Kuliner dan seni budaya),
  16. Kampung Gajah Wonderland (wisata anak terpadu),
  17. Taman Bunga Cihideung,
  18. Taman Begonia,
  19. Rainbow Garden,
  20. Rumah Bunga Rizal (kebun wisata terpadu),
  21. Taman Wisata Hutan Jayagiri, dan
  22. Dusun Bambu Lembang (kuliner dan lanscape alam).

Sangat disarankan untuk traveller yang mau mengelilingi semua destinasi, menggunakan fasilitas sewa mobil harian. Demikian dulu traveller, mudah-mudahan bermanfaat. Salam coretcoret.

(Sumber : Perjalanan Pribadi; http://anekatempatwisata.com/tempat-wisata-di-lembang)

Leave a Reply